Kerja sama ini akan dimulai dari Jawa Barat dengan rencana pembangunan sekitar 80.000 dapur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi pangan akan didukung kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta sistem manajemen berbasis komputasi awan.
“Transportasi cerdas akan memperkuat rantai distribusi pangan nasional. Ini bagian dari pendekatan menyeluruh dari lahan pertanian hingga ke meja makan,” ujar Kevin.
Ia juga menegaskan pentingnya mekanisme jangka panjang untuk menjaga keamanan pangan serta kesehatan anak secara berkelanjutan.
“Anak-anak adalah masa depan. Energi bersih, transportasi ramah lingkungan, dan pangan aman harus menjadi fondasi kehidupan mereka,” katanya.
Kemitraan ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan energi hijau, transportasi berkelanjutan, serta pemenuhan kebutuhan pangan sebagai agenda utama nasional. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





