Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada museum yang berada di dalam kompleks keraton. Menurut Fadli, koleksi yang dimiliki sudah cukup lengkap, namun perlu penguatan dari sisi penyajian agar lebih komunikatif bagi pengunjung.
“Kita bisa bantu sentuhan di dalam storytelling dan juga tata pamer (museum),” katanya.
Ia menambahkan, pembaruan museum terakhir dilakukan pada 2017 sehingga diperlukan penyegaran, termasuk pada aspek tata pamer dan pencahayaan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.
Tak hanya Keraton Kasepuhan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia juga akan mengkaji revitalisasi keraton lain di Cirebon, yakni Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
Penentuan prioritas revitalisasi, kata Fadli, akan disesuaikan dengan kebutuhan pelestarian serta kemampuan yang tersedia. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu pusat budaya penting di tingkat regional maupun nasional.





