“Di sekolah memang sudah ada guru BK, tapi kewenangannya terbatas. Untuk kasus-kasus tertentu yang cukup berat tidak bisa hanya ditangani guru BK,” ujar Ilmi, Jumat 6 Februari 2026.
Dosen psikologi Unisba itu juga menambahkan perlu ada tindakan nyata di lapangan.
“Harus ada psikolog yang turun langsung memberikan intervensi dan terapi kepada anak-anak yang bermasalah,” tegasnya.
Nantinya, para psikolog akan mendampingi sekolah sekaligus melatih guru BK. Langkah penanganan kesehatan jiwa ini bertujuan agar guru lebih peka mengenali gejala awal gangguan mental siswa.
“Guru BK nanti akan mendapat training. Jadi ketika menghadapi anak dengan masalah emosional atau perilaku, mereka sudah tahu harus berbuat apa,” jelas Ilmi.





