Iwan menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah kilatan cahaya tersebut merupakan meteor atau fenomena alam lain. Untuk memastikan hal itu, koordinasi juga dilakukan dengan instansi teknis lain, termasuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kami belum bisa memastikan apakah meteor atau fenomena alam lainnya. Informasi sementara dari warga menyebutkan terlihat kilatan cahaya berekor yang jatuh ke Bumi, diperkirakan di wilayah selatan Cianjur,” katanya.
Fenomena tersebut terjadi pada Kamis (22/1) malam dan disaksikan oleh sejumlah warga di wilayah selatan Cianjur. Selain cahaya terang di langit, warga juga mengaku mendengar suara dentuman keras beberapa saat setelah cahaya tersebut menghilang.
Salah seorang warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Budi Setiawan, mengatakan dirinya melihat langsung kilatan cahaya tersebut dari teras rumahnya.
“Saya sedang duduk di teras, tiba-tiba melihat kilatan cahaya di langit. Bagian depannya bulat terang seperti Bulan, dengan ekor cahaya memanjang di belakang. Hanya beberapa detik lalu hilang seperti jatuh, setelah itu terdengar suara dentuman,” ujar Budi.





