Daerah

KNPI Jabar: Pemuda Berperan Besar Jaga Situasi Kondusif Jelang Pilkada 2024

×

KNPI Jabar: Pemuda Berperan Besar Jaga Situasi Kondusif Jelang Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
Ihsanudin
Ketua Harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat Ihsanudin. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Jawa Barat sudah memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024, baik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), maupun Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot). Peran pemuda pun menjadi semakin krusial dalam menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.

Ketua Harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat Ihsanudin menekankan pentingnya kontribusi aktif pemuda dalam mewujudkan pemilihan yang damai dan tertib. Terlebih kini, sebagian besar penduduk Jawa Barat merupakan kalangan muda dan produktif.

Baca Juga:  Hasil Survei MC Matrix: Elektabilitas Pilgub Jabar Unggul Telak, Ridwan Kamil Pencundangi Dedi Mulyadi

“Pemuda adalah kekuatan utama bangsa. Di tangan mereka, masa depan negara ditentukan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa proses demokrasi seperti Pilkada berjalan dengan baik, aman, dan damai,” kata Ihsanudin di Karawang, Kamis (27/6/2024).

Baca Juga:  Elektabilitas Dedi Mulyadi-Erwan Paling Tinggi di Pilgub Jabar, Capai 75,7 Persen

Ihsanudin yang juga Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat ini juga mengingatkan tentang bahaya politik uang atau money politic dan pragmatisme dalam Pilkada. Menurutnya, politik uang dan sikap pragmatisme dapat merusak demokrasi dan menghambat terpilihnya pemimpin yang benar-benar berkompeten dan berintegritas.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Godok Sejumlah Nama untuk Pilgub Jabar, Ada Susi Pudjiastuti, Bey Mahmudin dan Sandiaga Uno

“Politik uang adalah musuh demokrasi. Ketika pemilih dipengaruhi oleh uang atau janji-janji pragmatis, esensi dari demokrasi itu sendiri hilang. Keputusan memilih seharusnya didasarkan pada visi, misi, dan kapabilitas calon, bukan pada imbalan materi,” tegas Ihsanudin.

Pages ( 1 of 4 ): 1 234