“Salah satu perusahaan tekstil di Jawa Barat melaporkan penundaan pengiriman hingga 10 kontainer,” ungkapnya.
Menanggapi situasi tersebut, Disperindag Jabar juga menampung aspirasi dari pelaku industri, termasuk usulan agar kawasan berikat diberikan fleksibilitas untuk menjual produk ke pasar domestik guna menjaga kelangsungan produksi.
Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan konflik global secara intensif serta memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





