“Pasar ekspor kami meliputi Cina, Amerika Serikat, Mesir, Taiwan, Vietnam, dan kini kembali ke Aljazair. Sekitar 90 persen produksi kami untuk ekspor, sisanya untuk pasar dalam negeri,” ujar Miftahudin.
Ia menambahkan, saat ini koperasi juga telah mengantongi kontrak ekspor dengan perusahaan Qatar. Pengiriman 96 ton kopi ke Aljazair menjadi bagian dari penguatan jejaring perdagangan internasional yang terus dikembangkan koperasi.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggota, Koperasi Gunung Luhur Berkah menerapkan skema penguasaan lahan seluas dua hektare per anggota. Skema ini dirancang untuk menciptakan skala ekonomi yang optimal bagi petani kopi.
“Dengan pengelolaan lahan tersebut, Insya Allah, anggota bisa mendapatkan penghasilan Rp150 juta per tahun, itu sudah standar kesejahteraan nasional,” kata Miftahudin.
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas komitmen dalam mendorong koperasi naik kelas dan mampu bersaing di pasar internasional. Menurutnya, ekspor kopi Subang menjadi capaian strategis bagi daerah.





