JABARNEWS | KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan peningkatan surplus beras sebesar 10 persen pada 2026, menyusul tren kenaikan produksi yang konsisten dalam dua tahun terakhir. Target ini diharapkan memperkuat kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan surplus beras daerah tersebut mencapai 93 ribu ton pada 2024 dan meningkat signifikan menjadi 120 ribu ton pada 2025.
“Target ini harus menjadi pemicu semangat seluruh jajaran di Diskatan agar bekerja lebih terukur dan berbasis data,” kata Wahyu di Kuningan, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, tren peningkatan surplus menunjukkan sektor pertanian Kuningan berada dalam jalur pertumbuhan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan produksi semakin kompleks, terutama akibat perubahan iklim dan dinamika ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan berbagai risiko seperti serangan organisme pengganggu tanaman, fluktuasi biaya produksi, serta ketidakstabilan harga pasar harus diantisipasi secara sistematis. Stabilitas pasokan, kata dia, harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan terhadap petani.





