Daerah

LBH PUI Desak Tuntutan Maksimal untuk Pelaku Kekerasan Seksual Santriwati

×

LBH PUI Desak Tuntutan Maksimal untuk Pelaku Kekerasan Seksual Santriwati

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Istimewa).

Menurut LBH PUI, kejahatan yang dilakukan tidak hanya meninggalkan luka fisik dan psikis bagi para santriwati, tetapi juga merusak marwah pesantren sebagai institusi pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman.

Baca Juga:  Dinkes Subang Kerahkan Ratusan Tenaga Kesehatan di Jalur Mudik

Karena itu, tuntutan pidana mati, pengumuman identitas pelaku, kebiri kimia, serta restitusi bagi para korban dianggap layak dijatuhkan kepada terdakwa RR.

“Pesantren seharusnya menjadi ruang aman dan bermartabat, bukan tempat predatorisme,” tegas Etza.

Baca Juga:  Marak Kasus Kekerasan Seksual di Kota Banjar, Orang Tua Diminta Perhatikan Pergaulan Anak

LBH PUI juga mengimbau masyarakat serta korban lain untuk tidak takut melapor dan menolak segala upaya pembungkaman yang kerap mengatasnamakan institusi pendidikan atau tokoh agama. Etza menegaskan bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan yang harus dibongkar, bukan aib yang harus ditutupi.

Baca Juga:  Kementerian PPPA Pastikan Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual di Subang

LBH PUI memastikan akan mengawal perkara ini hingga putusan akhir demi memastikan keadilan bagi para korban.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3