Ia menjelaskan, nama Ju’e memiliki makna filosofis “jujur” dan “eling”, yang menjadi pengingat bagi para jurnalis untuk menjaga integritas sekaligus kepedulian sosial.
“Jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki empati terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” katanya.
Sejumlah pedagang yang menerima bantuan tampak terharu. Salah satunya Dede Saefudin (47), perantau asal Tasikmalaya yang memilih tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya tidak mudik karena harus tetap cari nafkah. Bantuan ini sangat berarti, setidaknya kami bisa merasakan suasana Lebaran meski di sini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Entis Sutisna (46) asal Garut yang mengaku terkejut mendapat perhatian dari komunitas jurnalis.





