Daerah

Lewat Mak Comblang, BGN ‘Jodohkan’ Petani Cianjur dengan Dapur MBG

×

Lewat Mak Comblang, BGN ‘Jodohkan’ Petani Cianjur dengan Dapur MBG

Sebarkan artikel ini
Program Mak Comblang BGN jodohkan petani Cianjur dengan dapur MBG
Petani di Cipanas, Kabupaten Cianjur, mengikuti pemetaan rantai pasok dalam Program Mak Comblang Badan Gizi Nasional. (Foto: Dok. BGN)

Pertemuan digelar untuk memetakan kondisi rantai pasok secara apa adanya, baik dari sisi kapasitas produksi maupun kebutuhan dapur MBG.

Dari pemetaan awal, BGN menemukan kesenjangan volume yang cukup signifikan. Pada komoditas jagung, kapasitas produksi petani Cipanas berada di kisaran 30 ton per bulan.

Baca Juga:  Dandim Tegaskan Pengelola Dapur MBG di Purwakarta Harus Profesional, Siap-siap Disidak

Sementara itu, kebutuhan dapur MBG di Jakarta mencapai sekitar 240 ton per bulan. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya perencanaan produksi yang lebih selaras dengan kebutuhan riil.

Baca Juga:  Dua Jembatan Putus, 15 Ribu Warga Cidaun di Cianjur Terisolasi

Selain persoalan volume, pemetaan juga mengungkap disparitas harga yang terjadi di lapangan. Dian mencontohkan komoditas wortel yang kerap dibeli dapur MBG dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Baca Juga:  Telan Anggaran Ratusan Juta, DPKPP Cianjur Klaim Pembangunan Pipanisasi Sudah Rampung 100 Persen

Di tingkat kebun, petani hanya menerima Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram. Selisih harga ini mencerminkan panjangnya rantai distribusi pangan.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3