Pemerintah desa bersama aparat keamanan setempat segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk melakukan penanganan dan pengamanan satwa liar tersebut.
Apen mengimbau warga agar tetap tenang dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di area yang diduga menjadi jalur pergerakan macan tutul.
“Kami minta masyarakat tidak mendekati lokasi terakhir kemunculan satwa itu dan tetap waspada, supaya tidak memicu perilaku agresif,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar permukiman warga guna mengamankan macan tutul sekaligus mencegah jatuhnya korban tambahan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





