Menurutnya, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan yang inklusif dan humanis.
“Manasik haji hari ini tidak hanya sebatas pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga menanamkan semangat saling membantu dan memberikan pelayanan antar jamaah,” ungkapnya.
Melalui manasik ini, pihak kementerian ingin memastikan jemaah tidak selalu bergantung pada pembimbing saat berada di Arab Saudi. Ibadah ini juga diharapkan membawa dampak positif pada perilaku sosial jemaah saat kembali ke tanah air.
“Setiap tahun Kabupaten Purwakarta mengirimkan cukup banyak jemaah. Kami berharap mereka pulang dengan membawa nilai-nilai positif yang dapat memperkuat peradaban di daerah,” tutur Syamsi.
Terkait teknis penerbangan, jadwal kloter haji Purwakarta tahun ini akan terbagi menjadi dua kelompok terbang.





