”Kita tempatkan 5 petugas untuk menjaga kebersihan dan menjaga bangunan agar tidak dimasuki oleh warga karena kondisinya sudah lapuk, takut ambruk. Selain itu juga untuk menghindari bangunan tersebut digunakan untuk berbuat hal negatif, seperti mabuk dan mesum,” ungkap Ade, Selasa, 7 April 2026.
Ade menegaskan bahwa urusan renovasi sepenuhnya merupakan domain Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski pihaknya telah berkali-kali melayangkan permohonan perbaikan dan menanyakan nasib kelanjutan proyek tersebut, jawaban dari Bandung masih nihil.
”Namun, sejauh ini belum ada realisasinya, apalagi melihat kondisi keuangan yang saat ini sedang dilakukan efisiensi. Semakin tidak jelas kelanjutan pembangunannya seperti apa nanti,” tambahnya.
Mimpi Desa Wisata yang Terancam Sirna
Sejatinya, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kebudayaan modern yang dilengkapi dengan taman dan kebun bambu.
Rencana besarnya adalah menyulap lokasi ini menjadi desa wisata budaya yang ikonik di Subang. Namun, proyek tersebut kini mandek di tengah jalan sebelum fasilitas penunjang lainnya sempat disentuh.
”Kawasan berdirinya gedung kebudayaan Subang tersebut nantinya akan dijadikan pusat kebudayaan dan desa wisata budaya, jika sepenuhnya pembangunan gedung tersebut selesai. Namun sampai saat ini tidak ada kelanjutannya bahkan gedung yang sudah berdiri tersebut terancam ambruk,” pungkas Ade. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





