Daerah

Musim Kemarau Panjang, Debit Air Waduk Jatiluhur Menyusut hingga 10 Meter

×

Musim Kemarau Panjang, Debit Air Waduk Jatiluhur Menyusut hingga 10 Meter

Sebarkan artikel ini
Waduk Jatiluhur
Kondisi waduk jatiluhur saat mengalami penyusutan akibat musim kemarau. (Foto: Gin/JabarNews).
Waduk Jatiluhur
Kondisi waduk jatiluhur saat mengalami penyusutan akibat musim kemarau. (Foto: Gin/JabarNews).

“Kebutuhan 1,8, air yang tersedia masih 2,8 milyar, ada surplus air sampai dengan Desember 1,1 milyar dengan catatan di bulan November-desember sudah mulai ada hujan, apabila di november-desember tidak ada hujan atau masih rendah kita sudah merencanakan TMC, teknologi modifikasi cuaca yang akan kita laksanakan di bulan November atau akhir Oktober,” Ungkapnya.

Baca Juga:  Ditpolair Polri Gagalkan Penyelundupan 44 Ribu Benih Lobster di Cianjur, Kerugian Capai Rp7,5 Miliar

Masih kata Anton, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) itu akan menelan biaya sebesar 13,4 Milyar rupiah, dan akan berlangsung selama satu bulan, hujan buatan akan terjadi di wilayah hilir seperti Bandung, sebagian Cianjur dan sebagian Purwakarta.

“Dengan TMC dan awan yang bagus kita masih bisa berharap ada potensi air tambahan 400-500 juta meter kubik, artinya bisa merecovery kebutuhan air untuk ke tiga fungsi tadi dalam satu bulan, kebutuhan air dalam satu bulan,” Jelas Anton.

Baca Juga:  Tutup Porprov XIV, Ridwan Kamil Berharap Jabar Bisa Juara di PON Aceh Mendatang

Meski demikian, kata dia, penyusutan air pada Waduk Jatiluhur tidak mengganggu pengaliran air ke saluran imigrasi. Seperti yang diketahui, wilayah kerja Perum Jasa Tirta II itu meliputi wilayah Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan sebagian Indramayu.

Baca Juga:  Pemkab Puwakarta Raih Prestasi Lagi, Kali Ini dari BSSN RI

“Hingga saat ini areal sawah di wilayah itu masih bisa terairi dengan metoda gilir giring air,” pungkasnya. (Gin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2