Namun bukan hanya soal penghormatan. Jalan ini memang dirancang multifungsi, tidak hanya untuk akses transportasi tetapi juga sebagai jalur wisata.
Lokasinya yang berada di kawasan Perhutani, menawarkan panorama alam yang indah.
Menurut Om Zein, pepohonan rindang di kanan-kiri jalan, ditambah pemandangan Gunung Parang yang terlihat jelas, menjadikan jalan ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif.
“Jalannya lebar, kanan kirinya hutan dan pemandangannya indah. Makanya kita namakan Jalan Wisata KDM. Bisa dilewati kendaraan umum, tapi juga bisa sambil berwisata,” jelasnya.
Untuk mendukung fungsi wisata, saat peresmian turut dilakukan penanaman 1.000 pohon buah. Kegiatan ini melibatkan Kodim 0619, APDESI, kepala desa, OPD, hingga warga setempat.





