Menurut Norman, evaluasi tidak hanya menyasar aspek administrasi, tetapi juga diarahkan pada upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu fokus utama adalah penyesuaian nilai sewa aset agar lebih mencerminkan nilai ekonominya.
“Ya, dievaluasi semuanya. Salah satunya nilai sewa. Selain penertiban, intinya optimalisasi pendapatan juga,” ujarnya.
Meski demikian, BPKAD belum dapat menghitung potensi PAD yang akan dihasilkan dari penataan tersebut. Norman menyebut optimalisasi aset merupakan strategi jangka menengah yang memerlukan kajian menyeluruh.
“Belum ada nominalnya, karena kita harus melihat secara utuh. Pokoknya semua aset Pemprov yang dikerjasamakan maupun yang disewakan akan dievaluasi,” katanya.
Saat ini, sejumlah aset bernilai besar milik Pemprov Jawa Barat telah dikerjasamakan dengan pihak swasta. Di antaranya Hotel Pullman dan Ibis di kawasan Gasibu, lapangan golf dan Hotel Bandung Giri Gahana di Kabupaten Sumedang, lapangan golf Arcamanik, serta Pondok Wisata Pangandaran.





