Ade juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak daerah.
Menurut dia, sistem digital dapat menekan potensi kebocoran sekaligus memperbaiki akurasi data wajib pajak.
“Perlu penerapan sistem teknologi dalam pelayanan dan pengelolaan pajak daerah. Dengan begitu, pendataan wajib pajak bisa lebih jelas dan transparan,” ujarnya.
Sorotan serupa datang dari Anggota Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Bekasi, Firman Setiaji.
Ia menilai kegagalan mencapai target pajak yang terjadi dua tahun berturut-turut menjadi tanda lemahnya kinerja pemungutan.





