Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang memberi contoh langsung, bukan hanya mengandalkan sistem birokrasi. Menurutnya, kepala daerah harus terjun langsung agar program berjalan efektif.
“Memimpin itu harus memberi contoh, ‘nya ngagogog, nya mantog’. Harus turun langsung ke lapangan,” ucapnya dalam bahasa Sunda yang bermakna pemimpin harus bersuara sekaligus bertindak nyata.
KDM juga menegaskan visi pembangunan Jawa Barat tiga tahun ke depan, di mana seluruh infrastruktur jalan akan dibeton atau dihotmix hingga ke pelosok desa. Ia juga menargetkan setiap sekolah memiliki toilet di tiap kelas, pasar ditata lebih rapi, dan program KB dijalankan lebih optimal.
Tak kalah penting, KDM menyoroti potensi ekonomi berbasis budaya lokal Tasikmalaya. Ia mendorong pemerintah daerah agar menjadikan produk kerajinan rakyat sebagai ikon pembangunan.
“Jangan ragu menjadikan produktivitas rakyat sebagai kekuatan ekonomi. Tasikmalaya punya segalanya hihid, cetok, boboko, aseupan, bilik, tarumpa, payung. Itu kekuatan besar,” ujarnya.





