Suasana sakral semakin terasa dengan penampilan Tari Rejang Dewa dan Tari Rejang Sari, serta iringan musik tradisional Baleganjur yang mengalun sepanjang prosesi berlangsung.
Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, mengatakan Melasti tidak sekadar ritual spiritual, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan perdamaian.
Ia menjelaskan, perayaan tahun ini mengangkat tema “Wasudewa Kutumbakam” yang bermakna seluruh umat manusia merupakan satu keluarga.
Tema tersebut menekankan pentingnya persaudaraan di tengah perbedaan latar belakang suku, budaya, maupun agama.
Riawan menambahkan, kawasan Pelabuhan Paljaya Jembatan Cinta kembali dipilih sebagai lokasi upacara karena dinilai mampu menampung ribuan umat.





