Untuk operasional harian, Koridor 5 didukung 25 unit bus aktif dan tiga unit cadangan.
Waktu tunggu antarbusa atau headway dipatok sekitar 5–10 menit, dengan tujuan meminimalkan keterlambatan civitas akademika menuju kampus.
“Awal masa kuliah biasanya lonjakan penumpang tinggi. Armada akan kami tambah sesuai kebutuhan agar pelayanan tetap optimal,” kata Dhani.
Ia menegaskan evaluasi armada dilakukan secara berkala berbasis data lapangan, terutama untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di titik-titik krusial seperti kawasan Jatinangor.
Pengembangan Metro Jabar Trans merupakan bagian dari program MASTRAN yang mendapat dukungan World Bank dan AFD.





