“Harapan saya, pemerintah bisa membantu orang-orang yang enggak mampu, supaya anak-anak bisa tetap sekolah,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah warga menilai keberadaan tunawisma di ruang publik, seperti trotoar dan pinggir jalan, berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan.
Syahrul, warga Tubagus Ismail, menyebut tunawisma yang berada di pinggir jalan rawan membahayakan keselamatan lalu lintas.
“Kalau di pinggir jalan itu rawan, takutnya kenapa-kenapa. Jadi penertiban memang perlu supaya lebih tertib,” ujarnya.
Meski mendukung penertiban, Syahrul menekankan perlunya solusi konkret agar tunawisma tidak hanya dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.





