Akibat kerusakan berat tersebut, empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sementara penghuni pondok pesantren masih berada di lokasi dengan pengawasan ketat untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah lanjutan.
Petugas telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta unsur TNI dan kepolisian untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi. Pemantauan terus dilakukan mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih tinggi, terutama jika hujan kembali terjadi.
“Kami mengimbau warga agar tetap waspada. Jika retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah, segera keluar rumah dan laporkan kepada aparat setempat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





