Karena itu, pihak sekolah akan melakukan penyelidikan internal guna mengetahui secara jelas peristiwa yang terjadi.
Dadan menyatakan, pihak sekolah berencana memanggil sejumlah siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut pada Senin (16/3/2026), termasuk mereka yang disebut sebagai pemicu keributan.
Selain itu, sekolah juga akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut.
“Kami akan melakukan investigasi khusus dan memanggil siswa-siswa yang terlibat. Pihak kepolisian juga akan dilibatkan agar informasi yang diperoleh lebih jelas,” kata dia.
Sementara itu, ayah korban, Firdan Arjasubrata, menyampaikan bahwa keluarga telah memberikan izin kepada pihak kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jenazah putranya.





