“Kendala yang sering muncul mulai dari kelengkapan dokumen, aset tumpang tindih, sengketa lahan, hingga persoalan sosial. Namun melalui koordinasi intensif dengan BPN, satu per satu masalah dapat kami selesaikan,” jelas Ferdyan.
Ia menekankan bahwa percepatan sertifikasi bukan semata urusan administrasi, melainkan berdampak langsung terhadap kecepatan realisasi proyek listrik yang dibutuhkan masyarakat.
“Ketika aspek legal beres, proyek bisa langsung berjalan tanpa hambatan. Ini sangat krusial untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Barat,” tambahnya.
Sinergi antara PLN dan BPN ini dinilai menjadi contoh kolaborasi lintas institusi dalam mengamankan aset strategis negara sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur vital. Dengan semakin banyaknya aset yang tersertifikasi, PLN optimistis proyek-proyek kelistrikan di Jawa Barat dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





