Untuk mencari jalan keluar, Asep mengumpulkan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkontribusi terhadap PAD. Ia meminta setiap dinas menyusun langkah inovatif guna meningkatkan pendapatan daerah.
Salah satu potensi yang disorot adalah retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup. Saat ini, target PAD dari sektor tersebut masih sekitar Rp 25 miliar, namun dinilai berpeluang jauh lebih besar.
Dengan asumsi iuran Rp 25.000 per rumah per bulan dan jumlah rumah mencapai 800.000 unit, potensi pendapatan tahunan bisa menembus Rp 240 miliar.
“Belum termasuk kontribusi dari rumah sakit, pasar, gudang, dan sektor lainnya,” kata Asep.
Selain itu, ia juga mendorong penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui digitalisasi, seperti penggunaan QRIS, untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas penerimaan.





