“Sistem ini kami rancang agar efisien dan fleksibel. UMKM dapat menyesuaikan ketebalan potongan, sehingga kualitas produk lebih seragam dan waktu produksi lebih singkat,” tambahnya.
Pihak UMKM Abopink menyambut baik inovasi tersebut. Mereka berharap mesin ini bisa mendorong peningkatan capaian produksi bulanan yang ditargetkan mencapai 60 kilogram.
“Dengan mesin ini, pekerjaan kami jadi jauh lebih cepat dan hasil potongan lebih rapi. Mudah-mudahan target produksi bisa meningkat dan pemasaran Bongsang makin luas,” ujar perwakilan UMKM Abopink.
Program ini menjadi contoh konkret sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor UMKM, sekaligus menunjukkan komitmen Polindra dalam menghadirkan solusi nyata untuk peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat lokal. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





