Menjawab permasalahan tersebut, tim PKM Polindra merancang dan membuat mesin pencacah rumput gajah dengan kapasitas hingga 60 kilogram per jam. Mesin ini dirancang mampu mencacah rumput gajah maupun jenis rumput lain berukuran lebih kecil, sehingga pakan menjadi lebih mudah dikonsumsi ternak dan limbah pakan dapat ditekan.
Selain penyerahan alat, tim Polindra juga memberikan pelatihan langsung terkait pengoperasian dan perawatan mesin. Pelatihan ini bertujuan agar peternak dapat menggunakan alat secara mandiri serta menjaga keberlanjutan dan umur pakai mesin dalam jangka panjang.
Kegiatan serah terima alat dan pelatihan dilakukan langsung di lokasi mitra, sehingga peternak dapat langsung mempraktikkan penggunaan mesin pencacah pakan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Program PKM ini dilaksanakan oleh Tim ADMISI Politeknik Negeri Indramayu yang terdiri dari Mohammad Azwar Amat selaku ketua tim, bersama Badruzzaman, Syaeful Ilman, dan Dedi Suwandi sebagai anggota dosen, serta melibatkan mahasiswa Galih Prasetyo, Septian Adi Putra Sudaryo, dan Wildan Al-Ghifari.
Melalui inovasi ini, Polindra berharap dapat meningkatkan efisiensi pengolahan pakan ternak, mengurangi pemborosan, serta mendukung peningkatan produktivitas peternak domba dan kambing. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna di sektor peternakan rakyat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





