Menurut Ardian, skema one way sepenggal biasanya diberlakukan dalam durasi singkat, sekitar 30 menit, untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
“Biasanya kami laksanakan 30 menit, kemudian dibuka kembali. Jadi tidak terlalu lama, hanya untuk mengurai antrean agar tidak terlalu panjang,” ujarnya.
Jika volume kendaraan meningkat signifikan, polisi juga membuka kemungkinan menerapkan sistem satu arah penuh dari **Simpang Gadog hingga perbatasan wilayah Cianjur.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, penerapan sistem one way penuh selama bulan Ramadhan relatif jarang dilakukan.
Rekayasa lalu lintas tersebut umumnya baru diterapkan ketika puncak arus kendaraan terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran, saat volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak meningkat tajam. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





