“Kita khawatir publik menganggap tidak konsisten dan hanya retorika dalam melawan imperialisme,” tambahnya.
FPN juga mendorong pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan, termasuk keterlibatan dalam misi tertentu serta rencana pengiriman pasukan ke wilayah konflik.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan prajurit yang gugur bernama Praka Farizal Rhomadhon yang tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Tiga prajurit lainnya yang mengalami luka-luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keamanan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di wilayah konflik serta posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik global. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





