“Dengan kondisi itu, Cirebon masih surplus sekitar 67.106 ton. Namun surplus ini harus dibaca secara hati-hati jika tren penurunan produksi terus berlanjut,” ujarnya.
Deni menjelaskan penurunan produksi dipengaruhi oleh berkurangnya luas panen padi sepanjang 2025. Luas panen tercatat hanya mencapai 74.778 hektare, atau turun sekitar 11.602 hektare dibandingkan target 86.380 hektare.
Kondisi tersebut terjadi meskipun luas tanam padi pada tahun yang sama justru melampaui target, yakni mencapai 92.489 hektare dari target 90.926 hektare.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi beras, Distan Kabupaten Cirebon saat ini memperkuat pengendalian lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), optimalisasi kalender tanam, serta perbaikan infrastruktur pertanian.
“Upaya ini kami lakukan agar ke depan waktu panen bisa lebih tepat dan produksi beras tetap terjaga secara berkelanjutan,” pungkas Deni. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





