Meski mencatatkan prestasi, Dadan mengakui sektor pertanian Jawa Barat masih menghadapi tantangan serius, terutama alih fungsi lahan sawah yang terus terjadi menjadi kawasan industri dan permukiman.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Liferdi Lukman, menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki keterbatasan untuk menjalankan program cetak sawah baru.
“Oleh karena itu, strategi utama tahun 2026 adalah pengamanan lahan pertanian yang sudah ada,” tegas Liferdi.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian di Jawa Barat tetap dapat didorong melalui peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas, yang ditopang oleh rehabilitasi jaringan irigasi serta penguatan sarana dan prasarana irigasi pertanian.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, serta jajaran Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distanhorti Jabar.





