JABARNEWS | BANDUNG – Temuan ribuan pelajar yang mengalami gangguan kesehatan mental mendorong Pemerintah Kota Bandung menyiapkan intervensi langsung ke lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan psikolog untuk mendeteksi dini serta menangani persoalan kesehatan mental siswa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kondisi tersebut sebagai peringatan serius bagi pemerintah daerah. Ia menilai tekanan yang dihadapi pelajar saat ini jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya, baik dari sisi akademik maupun sosial.
“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima, Senin (9/2/2026).
Farhan menjelaskan, gangguan kesehatan mental umumnya berkembang secara bertahap. Stres yang berlangsung lama dapat berujung pada depresi dan, dalam kondisi tertentu, memicu pikiran untuk mengakhiri hidup.
Ia juga menyoroti perubahan pola perundungan di era digital. Jika sebelumnya tekanan sosial terbatas di lingkungan sekolah, kini media sosial membuat ejekan dan kesalahan kecil dapat tersebar luas tanpa batas.





