Berdasarkan data pemerintah kota, 33 pasien dirawat di RSUD Cibabat, lima orang di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira.
Sebagian besar yang terdampak merupakan siswa tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama.
Seorang guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.
Ngatiyana memastikan seluruh pasien mendapat penanganan medis dan pemantauan lanjutan. Pemerintah kota, kata dia, terus memantau perkembangan kondisi para korban.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah SPPG Kota Cimahi, Hanif Abdul Rafi, menyebut insiden ini sebagai kejadian pertama di wilayahnya sejak program berjalan.





