Evaluasi menyeluruh, menurut dia, langsung dilakukan, mulai dari proses pengolahan hingga sistem distribusi makanan.
“Ini kejadian pertama di Cimahi ya, pastinya jadi pelajaran buat kami. Akan terus evaluasi terkait pengolahan, pengawasan, dan teknis lainnya,” ujar Hanif.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat edaran yang menganjurkan agar menu yang disalurkan selama Ramadan berupa makanan yang lebih tahan lama.
Namun, dapur SPPG Karangmekar 002 diketahui tetap memproduksi menu yang relatif mudah basi.
Hanif menjelaskan menu yang dibagikan saat itu dirancang sebagai santapan berbuka puasa bagi siswa.





