Daerah

Purwakarta Darurat Sampah, Pemkab Gunakan Teknologi Larva BSF di Gunung Hejo

×

Purwakarta Darurat Sampah, Pemkab Gunakan Teknologi Larva BSF di Gunung Hejo

Sebarkan artikel ini
Purwakarta
Sejumlah truk pengangkut sampah mengantre panjang di pintu masuk TPA Cikolotok, Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Gin/JabarNews).

DLH menggandeng Agroforestri Gunung Hejo yang dikelola PT Elevam untuk mengolah sampah organik menggunakan teknologi biokonversi Black Soldier Fly (BSF), metode penguraian ramah lingkungan berbasis larva lalat tentara hitam.

“Status darurat ini jadi momentum untuk berbenah. Kami tak ingin terus menumpuk sampah di TPA. Uji coba dengan PT Elevam ini langkah strategis agar sampah organik diolah sejak dari sumbernya,” ujar Kepala DLH Purwakarta, Erlan Diansyah, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga:  Panwascam Pagaden Gelar Konferensi Pers Terkait Kesiapan Pengawasan Logistik Pemilu 2024

Sebagai tahap awal, sistem ini diuji coba di dua dapur Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) yang termasuk dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampah organik dari dapur tersebut akan diangkut secara khusus menuju Agroforestri Gunung Hejo untuk diproses melalui teknologi BSF.

Baca Juga:  Ema Sumarna Terus Maksimalkan Pengelolaan Sampah Kota Bandung di TPST Gedebage

Langkah ini diharapkan menjadi pondasi pengelolaan sampah organik yang terpisah dari sampah umum. Ke depan, Pemkab Purwakarta berencana memperluas sistem ini ke sektor hotel, restoran, dan rumah makan (horeka), hingga ke tingkat rumah tangga.

Baca Juga:  Tanpa Rp90 M, Bandung Terancam Krisis Sampah di Awal Tahun 2026

“Visi jangka panjangnya adalah membangun sistem terintegrasi, dari dapur SPPG hingga rumah tangga. Semua memilah dan mengolah sampah organik secara khusus. Ini bagian dari komitmen kami keluar dari status darurat menuju Purwakarta yang bersih dan berkelanjutan,” tambah Erlan.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3