Wafid menyarankan agar warga menggunakan kearifan lokal, seperti membangun rumah panggung atau non-permanen, guna beradaptasi terhadap pergerakan tanah yang tidak terduga.
“Rumah panggung lebih fleksibel terhadap pergerakan tanah. Pendekatan berbasis mitigasi struktural dan sosial harus dijalankan secara bersamaan,” tegasnya.
Badan Geologi juga mengingatkan warga untuk rutin memantau retakan tanah di sekitar pemukiman, segera mengungsi jika muncul rembesan air baru atau mata air berubah keruh, menutup retakan dengan tanah liat padat, menjaga saluran air agar tidak masuk ke zona rawan, tidak membuka pemukiman baru di area terdampak dan menanami lereng dengan tanaman berakar kuat.
Wafid menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap ciri-ciri pergerakan tanah dan kesiapsiagaan dalam merespons peringatan dini akan sangat menentukan keberhasilan mitigasi bencana di wilayah tersebut. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





