Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan, korban selama ini diduga mengalami tekanan psikologis cukup berat. Bahkan keluarga sempat membuat pernyataan di hadapan saksi sebelum membawa jenazah pulang.
Sejumlah saksi di lokasi mengaku tidak mengenal korban saat pertama kali ditemukan. Identitas korban baru diketahui setelah proses identifikasi, yang menyatakan remaja tersebut merupakan warga Kampung Pagadungan.
“Kami tidak mengenal sosok remaja tersebut, setelah diketahui dia warga kampung sebelah, kami bersama petugas memberi tahu keluarganya,” ujar Atep, saksi mata warga Kampung Cicadas.
Polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Di sisi lain, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan kondisi mental anak.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental anggota keluarga khususnya remaja, sebagai langkah pencegahan terhadap peristiwa serupa,” tutup Budi. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





