Pemerintah Kota Bandung, lanjut dia, tidak akan menggembar-gemborkan temuan tersebut. Penanganan akan dilakukan secara bertahap untuk mencegah kepanikan publik.
“Ini masuknya pelan-pelan. Tidak pakai kampanye besar-besaran,” ujar Farhan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung berencana memperkuat layanan kesehatan mental hingga tingkat puskesmas.
Ke depan, seluruh puskesmas ditargetkan memiliki layanan psikologi klinis sebagai bagian dari sistem deteksi dan penanganan dini.
Proses awal asesmen akan dilakukan di sekolah melalui Guru Bimbingan Konseling (BK).





