Siswa yang teridentifikasi memerlukan pendampingan akan dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan oleh tenaga profesional.
Farhan menegaskan tidak semua siswa otomatis menjalani konsultasi klinis. Penanganan akan didasarkan pada rekomendasi hasil asesmen dan kebutuhan masing-masing anak.
“Psikolog akan memberikan capacity building ke Guru BK. Jadi mereka bisa mendeteksi lebih dini,” kata Farhan.
Ia mencontohkan sejumlah perubahan perilaku yang patut diwaspadai, seperti siswa yang semula aktif dan ceria menjadi tertutup, atau pelajar berprestasi yang mendadak kehilangan motivasi belajar.
Indikasi semacam itu, menurut dia, perlu dicatat dan ditelaah lebih lanjut sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini. (ant)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





