Sementara itu, segmen tengah yang membentang dari Maribaya hingga Gunung Batu memiliki karakter struktur relatif tegak hingga kedalaman sekitar 2.000 meter. Meski tampak stabil di permukaan, hasil survei menunjukkan adanya aktivitas sesar muda.
“Meski tegak, segmen tengah tetap aktif. Survei geofisika menunjukkan reflektor yang dipotong sesar, indikasi aktivitas relatif muda,” tegas Hidayat.
Segmen timur, yang meliputi kawasan Gunung Batu hingga Tebing Keraton, dinilai sebagai bagian dengan aktivitas relatif lebih muda. Di wilayah ini ditemukan jejak pergeseran sungai, tebing patahan, serta cermin sesar yang menunjukkan riwayat aktivitas geologi signifikan.
Badan Geologi menegaskan bahwa segmentasi ini penting untuk menentukan zonasi risiko gempa secara lebih presisi, termasuk dalam perencanaan pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah.
Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi, Supartoyo, menekankan bahwa dampak gempa sangat dipengaruhi oleh kesiapan konstruksi bangunan dan mitigasi risiko.





