Daerah

Status Tanggap Darurat Dicabut, Garut Pulih dari Banjir dan Longsor Setelah 28 Hari Penanganan

×

Status Tanggap Darurat Dicabut, Garut Pulih dari Banjir dan Longsor Setelah 28 Hari Penanganan

Sebarkan artikel ini
Bencana Alam
Ilustrasi bencana alam. (Foto: Dok. JabarNews).

JABARNEWS | GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut resmi mencabut status tanggap darurat bencana alam setelah 28 hari penanganan intensif terhadap wilayah terdampak banjir dan tanah longsor akibat hujan deras pada 28 Juni 2025 lalu.

Aktivitas masyarakat kini kembali normal seiring dengan rampungnya perbaikan infrastruktur yang rusak.

Baca Juga:  Dua Kecamatan di Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor

“Alhamdulillah, tahap kedua berakhir kemarin, 27 Juli. Proses pembangunan sudah selesai,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Aah Anwar Saefuloh, Senin (28/7/2025).

Aah menjelaskan, banjir dan longsor yang menerjang 35 desa di 16 kecamatan itu merusak jalan, fasilitas umum, pemukiman, hingga lahan pertanian. Untuk itu, Pemkab Garut menetapkan status tanggap darurat agar bisa mengakses anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp2,6 miliar guna mempercepat penanganan.

Baca Juga:  Bey Machmudin Minta Pj Kepala Daerah se-Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam

Selama masa tanggap darurat, berbagai dinas teknis seperti Dinas PUPR dikerahkan untuk memperbaiki akses jalan dan sarana lainnya yang terdampak. Setelah pencabutan status, kegiatan kini berfokus pada pelunasan administrasi dan audit pekerjaan oleh Inspektorat.

Baca Juga:  Herman Suherman Pastikan Bangun Kembali Rumah Warga yang Ambruk Akibat Banjir Bandang di Cianjur
Pages ( 1 of 2 ): 1 2