Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan 20,5 persen sangat puas, 65,4 persen cukup puas, dan 13,0 persen kurang puas.
“Kepuasan publik terhadap Pak Erwan mayoritas di atas 50 persen, tapi gap terlalu tinggi, sekitar 40 persen. Kinerja Pemprov Jawa Barat juga masih ada PR,” ujar Burhanuddin.
Dalam survei tersebut, Indikator menguji 23 variabel program yang dijalankan Pemprov Jawa Barat. Sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan menjadi penopang utama tingginya tingkat kepuasan, dengan angka berada di kisaran 80 hingga 92 persen. Variabel seperti penyediaan listrik, peningkatan kualitas infrastruktur penghubung, layanan kesehatan, serta pendidikan SMA sederajat mendapat respons positif dari responden.
Namun, sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah. Pengentasan kemiskinan, akses permodalan, dan pembinaan koperasi mencatat tingkat kepuasan di bawah 60 persen, bahkan akses permodalan berada di bawah 50 persen.
“Yang menopang kepuasan 80 hingga 90 persen itu dari penyediaan listrik, pendidikan, kesehatan, peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur. Tapi yang berkaitan tentang ekonomi, tingkat kepuasan masih di bawah 60 persen. Bahkan akses permodalan di bawah 50 persen,” tuturnya.





