Sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan itu bergerak menuju Parungkuda. Namun saat tiba di kawasan Madu Odeng, situasi sudah sepi. Warga yang melihat kerumunan tersebut melapor ke pihak kepolisian sehingga kelompok itu sempat dibubarkan.
“Sebagian kembali ke Cibadak, tapi ada juga yang tidak ikut kembali,” ungkap Djubaedi.
Saat berada di titik perbatasan Parungkuda dan Cibadak, kelompok tersebut bertemu dengan komunitas lain. Dari hasil penyelidikan, pertemuan itu ternyata sudah direncanakan sebelumnya melalui Instagram.
“Berdasarkan pendalaman, mereka sudah janjian lewat media sosial. Jadi ini tawuran yang memang direncanakan,” tegasnya.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang menjadi korban luka. Empat korban harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi, yakni AS alias Alvin, B, MIF, dan MD. Satu korban lainnya hanya menjalani rawat jalan dan telah dipulangkan.





