Beni mengapresiasi tingginya antusiasme warga lokal maupun pemudik yang datang menyaksikan kemeriahan tersebut. Baginya, fenomena ini adalah ekspresi budaya murni yang lahir dari akar rumput.
“Ini merupakan wujud nyata kegembiraan dan kebersamaan warga pasca Idul Fitri. Kita melihat antusiasme yang luar biasa, ini adalah ekspresi budaya dan tradisi yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” katanya.
Selama ini, pelaksanaan tradisi di Panawuan selalu berlangsung aman dan tertib. Kondisi kondusif inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan lebih lanjut.
“Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan agar kegiatan seperti ini bisa dikemas lebih baik, lebih aman, and menjadi agenda wisata yang membanggakan Kabupaten Garut,” tutur Beni.
Secara teknis, balon raksasa ini terbuat dari susunan kertas dengan ukuran yang bervariasi. Ada yang mencapai diameter 20 meter dengan tinggi 10 meter, hingga ukuran yang lebih kecil.





