JABARNEWS | TASIKMALAYA – Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diresahkan oleh beredarnya sebuah video tidak pantas yang diduga melibatkan pelajar. Rekaman tersebut menyebar melalui grup percakapan WhatsApp dan memicu perhatian serius dari berbagai pihak.
Informasi yang beredar menyebutkan video tersebut terdiri dari dua klip terpisah dengan durasi singkat dan direkam di dalam sebuah ruangan. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan pada isi video, melainkan pada upaya perlindungan terhadap pihak yang diduga terlibat.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peredaran video tersebut dan tengah melakukan penelusuran.
“Kami sudah menerima informasi terkait video yang beredar dan saat ini masih dalam tahap pendalaman,” kata Ato Rinanto saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Menurut Ato, informasi awal yang dihimpun di lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa video tersebut berasal dari wilayah Tasikmalaya bagian selatan. Meski demikian, KPAID belum dapat memastikan identitas para pemeran maupun latar belakang mereka.





