“Pembaruan data dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mudik mengenai kondisi cuaca harus betul-betul dilakukan, baik per hari maupun per jam. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan yang aman,” kata Erwan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, energi, serta berbagai layanan publik lainnya tetap terjaga selama periode libur Idulfitri.
“Insyaallah kami bersama jajaran akan terus melakukan pengecekan, tidak hanya terkait arus mudik tetapi juga ketersediaan bahan pokok, energi, dan layanan publik lainnya,” ujarnya.
Erwan menambahkan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni sekitar 50,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam, sehingga wilayah ini menjadi salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahunnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi tersebut, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat dan melakukan perjalanan ke luar daerah.





