Selain itu, ketersediaan benih pertanian yang sesuai kondisi alam dan tepat waktu juga menjadi perhatian penting karena sangat mempengaruhi kualitas hasil panen.
“Masalah irigasi dan benih ini krusial. Kalau air dan benihnya tidak tepat, hasil panen pasti terganggu,” katanya.
Daddy juga menyoroti pentingnya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) guna mempermudah akses petani menuju lahan pertanian, khususnya saat musim panen. Selain itu, jaringan irigasi teknis dinilai sebagai syarat mutlak agar tanaman padi dapat tumbuh optimal.
Tak hanya sektor pertanian, infrastruktur desa juga menjadi keluhan utama masyarakat. Jalan poros desa sepanjang kurang lebih tiga kilometer dilaporkan dalam kondisi rusak parah dengan banyak lubang dalam yang menghambat aktivitas warga.
Di bidang lingkungan, warga berharap adanya bantuan alat angkut sampah atau incinerator mini untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Hal ini dinilai penting mengingat wilayah Cirebon Raya hingga kini belum memiliki TPPAS Regional.





