DPRD Jabar

Ratusan Desa Gagal Masuk SIPD, DPRD Jabar Soroti Lemahnya Update Data Usulan

×

Ratusan Desa Gagal Masuk SIPD, DPRD Jabar Soroti Lemahnya Update Data Usulan

Sebarkan artikel ini
Ono Surono
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono saat kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Tahun Sidang 2025–2026 di Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | INDRAMAYU – Lemahnya pembaruan data usulan pembangunan desa menjadi sorotan DPRD Provinsi Jawa Barat. Dari lebih 300 desa di Kabupaten Indramayu, hanya 18 desa yang berhasil lolos dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga sebagian besar aspirasi desa gagal masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan provinsi.

Baca Juga:  Duh! DPRD Jabar Ungkap Guru Honorer Masih Minim Perhatian Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono menilai kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya kesiapan desa dalam menyusun dan memperbarui data usulan secara sistematis. Padahal, SIPD kini menjadi pintu utama untuk menentukan program pembangunan yang dapat diakomodasi pemerintah daerah.

“Update data itu menjadi kunci. Tanpa data yang diperbarui dan sesuai kebutuhan riil desa, usulan tidak akan diprioritaskan dalam sistem,” kata Ono dalam keterangan yang diterima, Senin (9/2/2026).

Baca Juga:  Soal Perda Pelindungan Pekerja Migran, DPRD Jabar: Sangat Strategis

Ono menjelaskan, ketatnya seleksi dalam SIPD tidak terlepas dari kebijakan pemangkasan anggaran pusat yang berdampak langsung pada alokasi anggaran daerah, termasuk untuk desa. Kondisi ini membuat sistem perencanaan menjadi lebih kompetitif, sehingga hanya usulan yang memenuhi syarat administrasi dan substansi yang dapat lolos.

Baca Juga:  Respon DPRD Jabar Soal Penyataan Dedi Mulyadi Terkait Efisiensi APBD

Menurutnya, SIPD sejatinya dirancang untuk memudahkan penyaluran aspirasi masyarakat desa. Namun, peran pemerintah desa menjadi sangat menentukan karena merekalah yang paling mengetahui kebutuhan warganya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2