“Di tengah situasi yang kurang ideal, ada banyak kelompok masyarakat yang berinvestasi secara swadaya dan berkontribusi nyata. Salah satunya melalui produk Petasol, bagaimana sampah plastik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi bahan bakar,” jelasnya.
Menurut Acep, keunggulan inovasi tersebut tidak hanya terletak pada hasil produknya, tetapi juga pada kemandirian teknologi yang digunakan. Mulai dari perancangan dan produksi mesin, proses pengolahan sampah, hingga pemanfaatannya menjadi sumber energi listrik.
“Kelebihannya adalah teknologi ini dikembangkan secara mandiri, mesinnya diproduksi sendiri, sampahnya diolah sendiri, bahkan mampu menghasilkan listrik. Ini merupakan terobosan yang wajib diakselerasi dan didukung, baik oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat,” tegasnya.
Oleh karena itu, DPRD Provinsi Jawa Barat berkomitmen mendorong agar inovasi pengolahan sampah berbasis masyarakat tersebut memperoleh dukungan kebijakan dan apresiasi yang lebih luas sebagai solusi berkelanjutan terhadap persoalan sampah.
“Saya pribadi berkomitmen, insyaallah, akan menjadikan inovasi ini sebagai salah satu agenda perjuangan agar mendapat apresiasi yang layak dan menjadi solusi nyata persoalan sampah melalui karya anak bangsa,” tutup Acep. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





